Beranda > Prosa > Sepucuk Surat

Sepucuk Surat

Akhirnya….
Kabar tak terduga itu tiba
Menghantarkan berita pilu
Menghujam jantungku

Tanpa sadar
Airmataku menetes pelan
Ada apa ini
Kenapa begini

Dia lari tanpa ada yang mengejar
Tak ada seorangpun tahu
Pergi begitu saja
Seperti disapu angin

Mungkinkah ini ketentuan Tuhan
Tapi akupun tak tahu
Ini sungguh berat
Oh jangan….

Kategori:Prosa
  1. Juni 8, 2008 pukul 4:26 pm

    Jika Tuhan telah menentukan, kita sebagai manusia hanya dapat ikhlas menjalani. Suatu ketika pasti ada kebahagian yang akan mengantikannya.

  2. Juni 9, 2008 pukul 8:05 am

    mas turut bersedih, tapi ada yang lebih sadis lagi

    terasa petir menyambar
    di tengah terik matahari..
    setelah aku mendengar..
    kau telah tutup mata selamanya..

    seakan sesak nafasku ini..
    seakan bumi berhenti berputa..

    kini pembaringan mu…
    jadi tanah yang merah…
    di hiasi malam malam yang dingin..
    ijin kan lah …
    diri ini …
    menemani dirimu sepanjan malam…

  3. Juni 10, 2008 pukul 1:02 pm

    Sabar, Tawakal

  4. Juni 10, 2008 pukul 4:36 pm

    tawakal dan sabar mas.. (halah dibalik doank)
    perpisahan memang menyakitkan, tapi kadang ada berkah dan nilai dari sebuah perpisahan.

    *sedih aku mas..

  5. Juni 10, 2008 pukul 6:51 pm

    pu puisi nyan bang?

  6. alex®
    Juni 10, 2008 pukul 8:11 pm

    Wahh… saya ndak begitu ngerti dengan puisi😐

  7. Juni 10, 2008 pukul 8:18 pm

    Aulia……..

    Nyoe hana lon teupue tuleh le, makajih lon peuget puisi mantong. Hehehehe..

  8. Juni 11, 2008 pukul 8:45 am

    sing sabar nggih mas..
    pasti Tuhan beri yang terbaik..

  9. Juni 11, 2008 pukul 1:44 pm

    Kehilangan orang terkasih utk menghadap-Nya memang sakit apalagi ada ikatan emosi yang begitu dekat. di 1 Juni 2008 lalu sy dan keluarga ditinggal pulang oleh Mamah Mertua tercinta. Walaupun baru hampir 2 tahun jadi menantunya tapi Kehilangan itu sangat menyedihkan. Rasa kehilangan dan ngemplang dan kosong ini masih terasa oleh saya dan suami.Kita saling doakan ya Ded…semoga semakin sabar dan tawakal menjalani hidup.

  10. melatimoe
    Juni 12, 2008 pukul 9:11 am

    whenever…wherever u re… she always love you…
    one day…she will come to u back…hope not too late to say that she need and want you…
    time will send you to the truth…

    Good luck…

  11. Juni 12, 2008 pukul 12:02 pm

    Ohh dear…. Realy? I hope so…..

  12. Juni 12, 2008 pukul 2:19 pm

    Relakan yg terjadi…life must go on….🙂

  13. melatimoe
    Juni 14, 2008 pukul 1:16 am

    There’s Someone Missing you…much…

  14. Juni 14, 2008 pukul 9:02 am

    Sedih memang kalo ditinggal, padahal kita belum siap menerima keadaan, tapi ketentuan Tuhan itu lebih baik untuk kehidupan kita selanjutnya…. karena hanya Tuhan lah yang Maha tahu yang terbaik untuk kita.
    “Karena aku yakin engkau pasti kuat”.

    Salam.
    Listiana Advokat.

  15. ven
    Juni 26, 2008 pukul 3:49 am

    hwadooo pas mampir yg punya lg mellow…

  16. Juni 28, 2008 pukul 5:10 pm

    Kunjungan balik, tapi maaf mas ya…hanya membaca 1 postingan dulu saja.

    Didit Fitriawan
    http://fitrahfitri.wordpress.com

  17. iis
    Juni 29, 2008 pukul 9:52 am

    Wah, puisi buat yang terkasih. Orang Sumatra mang terkenal akan budaya gurindamnya ya..Wekekekek( salam kenal dari lampung, Mas)

  18. Juni 29, 2008 pukul 11:04 am

    puisinya begitu menyentuh hati..
    salut..
    *ck..ck..ck.. sambil geleng2 kepala*

  19. Juni 29, 2008 pukul 7:06 pm

    semua hal akan kembali pada pencipta-Nya

  20. Arief Jamaluddin
    Juni 29, 2008 pukul 9:32 pm

    ka mita lain beu bagah laju

  21. Juni 30, 2008 pukul 2:19 pm

    aku sudah berlari…
    mengejar kamu…

    kok g’ nyambung ya😀

  22. Juli 4, 2008 pukul 7:42 pm

    ada apa ini bang ?

    mengapa kata2nya sangat menusuk hati saya ?😦

    *dalem*

  23. Juli 6, 2008 pukul 11:50 pm

    jadi ninget kisah sedih yang pernah saya alami

  24. Juli 7, 2008 pukul 12:50 pm

    Pergi untuk istirahat selama-lamanya, atau pergi tanpa pesan ?

  25. Veyas
    Juli 7, 2008 pukul 5:54 pm

    Saat ia kembali…dekap erat
    dan jangan biarkan angin membawanya pergi untuk kesekian kali…

  26. Juli 8, 2008 pukul 2:41 pm

    postingan yang baru dong…

  27. Juli 15, 2008 pukul 5:15 am

    gantian liat blognya..
    and that’s a nice poem!

  28. ven
    Oktober 28, 2008 pukul 12:34 pm

    if hard to feel…why u run away from the truth by now…??

  29. RSM
    Desember 10, 2008 pukul 12:58 pm

    Im back…
    Not from Run Away, from time that i need to solved something….

  30. Desember 31, 2008 pukul 7:04 am

    o ya ????????? ga usah !!!!

  31. Desember 31, 2008 pukul 5:25 pm

    hmmm,..menyentuh

    • Januari 16, 2012 pukul 6:08 pm

      jgn,,,,,di sentuh”bahaya……

  32. Januari 12, 2009 pukul 11:21 am

    tolong hapus semua comment ku, mau delete blog. trims

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: