Beranda > Opini > Fitnah Film Fitna

Fitnah Film Fitna

Umat muslim dunia kembali dibuat tersinggung. Kali ini yang membuat ulah Geert Wilders anggota parlemen Belanda dari Partai Untuk Kebebasan (Partij voor de Vrijheid). Ia meliris sebuah film berdurasi lima belas menit yang berjudul Fitna. Pemunculan Fitna telah menimbulkan kontroversi luar biasa diseluruh dunia karena film ini dianggap menghina Islam.

Kontroversi dan perdebatan sengit tidak hanya muncul dikalangan dunia Islam tapi juga dinegeri asal sipembuat film ini. Geert Wilders yang berambut pirang ini dituduh punya niat tidak baik dengan maksud menyingggung. Bahkan Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende mengatakan, film Fitna secara keliru mempersamakan Islam dengan tindak kekerasan. Reaksi umat muslim Belanda atas kontroversi film Fitna selain melakukan aksi demo dan protes juga telah mengajukan gugatan di Pengadilan Rotterdam.

Dilain pihak Uni Eropa misalkan sampai harus bersidang untuk menyikapi peredaran film Fitna. Dalam sidang yang dihadiri 27 anggotanya itu mereka mengecam keras. Menurut Uni Eropa, apa yang dicitrakan dalam Film Fitna tidak mencerminkan Islam yang sebenarnya karena Islam tidak identik dengan kekerasan. Mayoritas muslim menolak ekstrimisme dan kekerasan.

Sementara itu PBB bukan hanya mengeluarkan Resolusi tetapi mengutuk keras sikap anti Islam Geert Wilders yang dituangkan dalam imaji film Fitna. Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengatakan tidak ada justifikasi apapun membangun kebencian atau menghasut untuk kekerasan. Secara tegas Sekjen PBB yang berkebangsaan Korea itu meminta kesadaran semua pihak bahwa garis pemisah sebenarnya bukan antara warga muslim dan barat seperti yang diinginkan sebagian orang, namun antara minoritas kecil ekstrimis disatu sisi dengan kepentingan yang kuat untuk menjauhkan kekerasan dan konflik.

Gelombang protes diseluruh dunia ini sebenarnya belum mencerminkan hubungan Islam dengan barat dalam situasi kondusif. Meskipun dunia barat sudah memperlihatkan empatinya terhadap Islam dalam kasus film Fitna, namun masih terdapat jurang pemisah antara keduanya. Seperti Uni Eropa yang masih berpendapat bahwa sikap politikus Geert Wilders masih dalam bagian kebebasan berpendapat.

Via internet
Walaupun masyarakat Indonesia saat ini belum bisa mendapatkan film Fitna namun animo untuk mengetahui persis film ini banyak bertebaran di internet. Pada awalnya Fitna hendak diputar disejumlah televisi lokal di Belanda, namun batal tanpa sebab sehingga Geert Wilders memutuskan menggunakan internet.

Di internet film Fitna berjodoh dengan situs asal Inggris, liveleak.com. Namun kita tak mudah masuk kesana karena saking banyaknya orang mengakses. Di situs liveleak.com film Fitna hanya bertahan sebentar, selain karena server yang tidak mampu menampung pengunjung juga karena ada ancaman terhadap keselamatan karyawan situs ini sehingga pihak manajemen memutuskan menghapus film Fitna dari server liveleak.com.

Lain halnya dengan situs terkenal penyedia konten video youtube.com. Mereka masih tetap cuek memasang film ini untuk ditonton, namun lagi lagi gagal diakses karena kepadatan server. Pemerintah Indonesia sendiri sudah melayangkan surat kepada pengelola situs youtube.com untuk menghapus film Fitna dari situs tersebut. Sikap pemerintah ini terbantu dengan usaha penyedia jasa internet di Indonesia untuk melakukan “Flag” atas film ini. “Flag” semacam kategori tanda bila suatu konten di situs youtube.com tidak diinginkan oleh masyarakat. Provider internet sudah melakukan itu dan tinggal menunggu hasilnya saja. Meskipun kita tidak tahu berapa jumlah “Flag” agar video film Fitna dapat dihapus dari situs youtube.com. Sampai saat ini film Fitna cuma diblokir seperti telah dilakukan oleh anggota asosiasi penyelenggara internet Indonesia.

Jadi praktis film Fitna ini hanya kita dengarkan beritanya saja, sedangkan untuk menyimaknya secara penuh tidak mungkin. Selain karena memang sudah dilarang oleh pemerintah secara resmi, keberadaan UU ITE yang baru saja diberlakukan sangat membantu pemblokiran film Fitna masuk ke Indonesia via internet.

Peran Media
Aksi Geert Wilders yang tetap nekat meluncurkan film Fitna meskipun melalui internet, tak luput dari amatan media massa. Kita bisa tahu sepak terjang sipembuat film Fitna ini sampai pada hal paling detail sekalipun. Media massa telah mencoba menyuarakan pihak yang pro maupun kontra. Media barat mencoba menyampaikan realita perasaan masyarakat muslim. Sedangkan media dalam negeri selain menyampaikan perkembangan terkini juga meramunya dengan pernyataan tokoh-tokoh masyarakat sampai pejabat negara sekalipun.

Sosok politisi dari kelompok partai ekstrim kanan ini memang sejak awal telah menarik perhatian media. Geert Wilders menjadi tokoh yang kontroversial di Belanda karena berani melontarkan pernyataan, bahwa “Jika muslim Belanda tetap ingin tinggal di Belanda, maka mereka harus berani menyobek-nyobek kitab suci Al-Quran.”Wilders kemudian mengumumkan bahwa ia sedang membuat film tentang Al Qur’an.

Pengumuman Wilders ini memicu polemik dikalangan pejabat pemerintah dan politisi di Belanda, meski gambaran film yang dibuat Wilders sendiri belum jelas. Namun melihat sikap Wilders yang sangat anti Islam, ada keyakinan bahwa Wilders akan melakukan pelecehan terhadap kesucian Al Qur’an. Sebagian orang mengecam dan sebagian lagi menyatakan tidak perlu melarang penayangan film anti Al Qur’an yang dibuat Wilders, dengan alasan setiap orang bebas menyatakan pendapatnya.

Ternyata hasilnya sekarang, film Fitna memang berhasil “menarik” perhatian semua pihak. Lain halnya dengan ketika kasus kemunculan karikatur nabi Muhammad di salah satu surat kabar Denmark. Sepertinya coverage liputan media kasus film Fitna benar-benar begitu sensasional. Namun tak lebih karena keberanian sang pembuat film, tapi bukan pada isi film Fitna itu sendiri. Alih alih mendapat sanjungan, malah Geert Wilders dianggap tidak berhasil membuktikan bahwa Islam itu fasis. Dan beruntung banyak pihak tak tergoda dengan propaganda Wilders ini.

Film Fitna sendiri tak lebih berisi potongan-potongan gambar dari media lain yang sudah dipublikasikan. Bahkan ada yang mengatakan hanya kumpulan kliping berita media yang dikemas menjadi satu alur cerita seperti layaknya sebuah film dokumenter. Jadi boleh dikatakan film Fitna hanya dokumentasi visual yang telah usang, yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Namun demikian, umat muslim harus tetap mewaspadai usaha-usaha merendahkan martabat Islam.

Suka atau tidak suka, sebenarnya media punya andil dalam memperburuk citra Islam di dunia internasional. Misalnya, kalau ada muslim membunuh seseorang, maka media akan memuat berita yang bombastis, atau misalnya pembunuhan dilakukan kaum fundamendalis atau Islam militan. Kasus yang mirip misalnya kalau seseorang menembak sekawanan anak sekolah di Amerika, media tidak pernah mengungkapkan agama dari pelaku. Jadi sepertinya ada bias di media dan kita kerap mengkonsumsi media-media itu tanpa filter.

Kita berharap, sosok Geert Wilders tak menjadi seperti Osama bin Laden. Sama-sama dibenci dari dua kelompok agama terbesar di dunia. Selama ini media barat menggambarkan sosok yang menakutkan terhadap Osama dan selalu menjadi musuh bagi barat. Oleh karenanya tidak salah bila sampai Uni Eropa dan PBB mengecam keras sikap Geert Wilders. Bila hal ini dibiarkan maka mungkin saja akan muncul sosok yang aneh-aneh untuk melawan militansi pada masing-masing agama.

Hikmah
Bila memang Geert Wilders telah menyebar fitnah di film Fitna, sebaiknya umat Islam tak perlu bersikap terlalu berlebihan. Ibaratnya banyak hikmah dibalik Fitna. Sudah saatnya komunikasi politik antar umat agama dibelahan dunia apapun perlu dibangun paradigma baru, tentunya menyentuh aspek aspek politik dalam sebuah negara itu sendiri. Bila Geert Wilders mendiskreditkan Islam melalui film, umat Islam justru perlu juga membangun citra Islam di dunia barat dengan film. Buatlah film yang menggambarkan Islam yang sebenarnya. Hal ini tentunya sebagai salah satu cara untuk melawan fitnah film Fitna.

Jangan sampai karena termakan provokasi murahan politikus Belanda ini, kita melakukan hal hal yang tidak efektif sehingga akan merugikan Islam. Kita harus mampu menunjukkan bahwa Islam tidak demikian. Artinya tidak perlu juga dilawan dengan cara-cara yang provokatif. Kebebasan berekspresi merupakan bagian dari hak asasi. Tapi itu tidak berarti bebas untuk menghujat dan menghina (agama dan penganutnya). Ingat bahwa freedom of religion setara dengan freedom of speech karena satu sama lain tidak boleh meniadakan, apalagi menistakan.

  1. April 7, 2008 pukul 3:19 pm

    Artikel yg bagus…

    Apakah berita terkini tanggapan pihak belanda yang menjanjikan untuk mnyidangkan wilders setelah kecaman dunia islam…dulunya mereka menunggu akibatnya..

  2. April 8, 2008 pukul 6:49 am

    yang penteng ureueng bek sampoe ek di peubangai le kaplat…

  3. sahabat88
    April 8, 2008 pukul 9:25 am

    mas jangan sabar terus-terusan…pemerintah belanda emang kurang ajar. hantam aja dengan opini balik yng menghebohkan juga…!

    Salam hangat,
    http://sahabat88.wordpress.com

  4. April 8, 2008 pukul 1:37 pm

    gitu aj kok repot..

  5. marahbumi
    April 8, 2008 pukul 3:19 pm

    Fuck buat yang buat film fitnah itu………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Semoga yang membuat film itu di balas dengan api neraka

  6. nophanyahya
    April 8, 2008 pukul 4:49 pm

    eh mas, stop kenapa sih ngomongin FITNA!!!!!! udah cukup YouTube, Myspace, Multiply, Rapidshare diblok gara-gara anda ngomongin film ini terus!!!! Klo emang ada yang menghina agama anda, ya udah lah, doain aja supaya dia sadar, ngga usah dibahas lagi
    regards

  7. mas iwan
    April 8, 2008 pukul 8:10 pm

    ikuti kata nurani jika itu masih BENAR.

  8. Salman Nano
    April 9, 2008 pukul 2:14 am

    salam

    68n86.wordpress.com

    syariat.tharikat.hakikat.blogspot

  9. duelmm
    April 9, 2008 pukul 2:25 am

    Nopha sory kalau memang kamu bukan muslim kamu memang tidak tersinggung atas beredarnya film fitnah tersebut.
    gimana gak mau terus dibahas terus,itu kan film yang sudah memfitnah umat muslim sedunia..
    dan saya yang merasa beragama muslim sangat tersinggung
    ini harus kita bahas sampai TUNTAS……..
    NOPHA GO TO HELL!!!!!!!!!!!!

  10. budi
    April 9, 2008 pukul 3:19 am

    menurutku islam dianggap identik dengan kekerasan itu disebabkan oleh orang-orang yang mengaku islam dan mengatas-namakan islam untuk melakukan kekerasan.
    tapi tak hanya orang-orang yang mengaku islam tetapi juga orang-orang islam melakukan hal yang sama, coba ingat berapa organisasi islam yang melakukan kekerasan, pengrusakan, anarkisme atas nama islam. entah apakah organisasi itu sadar atau tidak kalau mereka juga telah merusak citra islam.

  11. nophanyahya
    April 9, 2008 pukul 11:53 am

    @ Duelmm
    kelakuan anda sendiri yang bikin saya makin punya pandangan buruk tentang agama ini,
    sekarang udah puas anda marah2?? akibatnya apa?? rapidshare, youtube, multiply, myspace diblok, ngga mikir ya kerugiannya?? ada yang cari nafkah HALAL lewat youtube, ada yang pilih mengiklankan dagangannya lewat multiply, sekarang mereka terancam rugi besar cuma karena 1 file doank,
    blogger!!! yang dewasa donk dalam nyingkapin masalah!!!

  12. April 9, 2008 pukul 1:01 pm

    ” Ya Allah, tolonglah kami dan jangan Engkau kalahkan kami, Ya Allah, muliakan kami dan jangan Engkau hinakan kami, Ya Allah, unggulkanlah kami dan jangan Engkau lemahkan kami , Ya Allah tambahkanlah kami dan jangan Engkau kurangi kami. Ya Allah buatlah rencana yang menguntungkan kami, Ya Allah kasihanilah kami dan janganlah Engkau kuasakan ke atas kami orang yang tidak mengasihani kami, Ya Allah, lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam. Ya Allah, sukakan kami pada keimanan dan hiaskanlah ia pada hati kami, juga bencikan kami pada kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.

  13. tommy
    April 9, 2008 pukul 2:37 pm

    Nopha,,,saya pikir kamu yang ga’bs nyelesaiin masalah dengan dewasa!! bukannya,,Duelmm!!! kamu prcy agama kmkn ,km prcy kitab kmkan,,km prcy tuhan kmkan,,cb klo agamama km yg diFITNAH,,kykmn ha!!! apa km prcy Neraka apa km Diajarkan adana surga ,,,Ap km Tau Tuhan itu Diatas SEgala-galanya,,klo mmg tau,,harusnya kamu ngerty donk perasaan kami,,Tuhan itu diatas segala-galanya Jd klo multtiply,youtube,dllnYa Rugi Itu ga’seberapa dibandingin Hati Umat kami Diseluruh dunia Sakit,, apa ia TUHAN BISA DIUKUR DENGAN UANG!!!

  14. joshua
    April 22, 2008 pukul 8:32 am

    saya hanya ingin memberi masukan.jujur saya beragama non-muslim..tapi sodara2 saya ada yg beragama muslim dan slama ini kami hidup saling mengasihi dgn toleransi yg sangat tinggi dan saling menghormati.yg mau saya sampaikan jgn smpe krn sebuah film bs memecah persaudaraan yg udh nenek moyang kita perjuangkan dgn stenga mati jamman dahulu.. jadi saya mohon spy tommy dan nopha jgn menyingkapi ini dgn hati yg panas.Klo kalian memang percaya Tuhan biar Dia yg beracara sm org yg buat film itu..yg penting jgn sampe persaudaraan kita yg dibilang bhineka tunggal ika jadi omong kosong krn oknum2 yg ga bertanggung jawab.trima kasih

  15. April 22, 2008 pukul 5:04 pm

    ada nopha, ada tommy, ada yang laen juga ..🙂 hmm…
    gw sih beranggapan di sini telah terjadi missdirection yang sangat cepat.. kegunaan audio visual memang dahsyat … menurutku film itu memang tetap tidak termaafkan..( i’ve seen ) dan untuk nopha.. sebenarnya yang diblok itu bukan situs penyedia live broadcast, namun setiap respon terhadap film itulah yang diblok, buktinya semua situs yang anda sebutkan masih berjalan dengan aman kok di browser kita yang di IP indonesia ini.
    Agama manapun tidak akan terima ketika di cela begitu saja tanpa sebab. Dan komentar2 panas yang tanpa dikembalikan ke hati itu juga bisa menjadi pemicu. Gw juga punya semua video live streaming yang bertujuan untuk merendahkan agama manapun, dan itupun hanya gw pelajari ga mungkin kita sebarluaskan..🙂 mungkin sikap kaya gini aja yang kita perlu.. itu mungkin menurut gw kedewasaan🙂 ok nopha… kalau ‘kita’ sebenernya ga perlu nunggu satu film atau file aja sih bisa kok menghabiskan semua yang lagi online dan lagi baca tulisan ini dengan serangan mematikan mungkin akan bisa berakibat anda harus beli komputer lagi atau yah minimal semua data penting tidak akan kembali.. namun kedewasaan berpikirlah yang diperlukan untuk mengontrol diri kita.:)

    sikap dewasa bukan berarti menyalahkan satu file aja yang mengganggu terus mengibaratkan kondisi terganggu terhadap satu file karena kerjaan tidak lancar atau bagaimana, mungkin kepedulian lah yang belum dipunyai kalau terus beranggapan begitu..🙂 dan kalau ‘kita’ mau sih gampang saja untuk membalas omongan2 seperti itu,… namun ga ada gunanya juga..:) entar juga bersalah juga kalau sampai bisa menghambat beneran pekerjaan orang..🙂 nah itulah mungkin rasa dan sifat kepedulian diperlukan..🙂 dah ga jamannya maen keras lah… yang penting menyikapi, peduli dan solusi.. itu aja.

    cheers all..

    L1nusT0rV4lds_on_MitNicKC0mps

  16. dedsatria
    April 27, 2008 pukul 6:27 pm

    Terima kasih!

    Komentar temen-temen disini saya anggap salah satu dinamika yang harus diakui sebagai wujud demokrasi. Tulisan ini tak lebih hanya sekedar amatan saya semata dan bukan untuk membanding-bandingkan. Insya Allah, semoga berkenan bagi semua golongan.

    Salam damai….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: