Beranda > Seluler > Serangan Handphone China

Serangan Handphone China

Menjelang tutup tahun 2007 dan memasuki tahun 2008 gairah industri telepon genggam di tanah air begitu semarak. Nokia sepertinya akan tetap menjadi nomor satu, diikuti Sony Ericsson, Samsung, Motorola dan merek-merek lainnya. Yang patut di catat, persaingan bukan hanya pada handphone GSM tetapi juga CDMA. Strategi penjualan handphone sistem bundling yang dilakukan operator seluler memperlihatkan peluang pasar domestik Indonesia masih besar. Apalagi bila membandingkan dari total pengguna telepon seluler dengan jumlah penduduk kita saat ini.

Perlu di catat, dalam tahun 2007 ini saja ada dua operator nasional seluler baru yang bermain di CDMA yakni Smart Telecom dan Sampoerna Telekomunikasi (Ceria). Catatan penting lainnya tentang kehadiran handphone (handset) baru merek Cina yang cukup gencar dalam tahun ini. Saat ini saja dipusat penjualan telepon seluler telah bisa kita temui merek-merek baru seperti Huawei yang laris manis setelah dijual bundling oleh Esia, K-Touch, ZTE, Mito, Haier, Taxco dll. Kehadiran merek-merek ini tak bisa dianggap enteng karena teknologi yang mereka tanamkan tidak kalah dengan buatan Eropa maupun Korea sekalipun. Kalau kita telesuri melalui internet, kita bisa menemukan situs merek Cina tersebut. Mereka terlihat serius dalam mengembangkan teknologi telepon seluler. Huawei misalnya, perusahan ini adalah pemenang tender dalam penyediaan jaringan telekomunikasi dalam Olimpiade yang akan berlangsung di Beijing. Kesimpulan saya, Huawei bukan perusahan kacangan. Dan mungkin merek Cina lainnya juga tidak bisa dipandang sebelah mata dalam melahirkan handphone berteknologi tinggi.

Dari beberapa literatur yang pernah saya baca, kehadiran pabrikan pembuat handphone di Cina tumbuh pesat baik itu perusahaan kecil maupun besar. Beberapa merek terkenal seperti Nokia, bahkan merakit salah satu serinya di Cina. Coba anda perhatikan baterai handphone yang kita gunakan. Meskipun orisinil tapi tertulis buatan/dibuat di Cina. Bahkan bagian-bagian lain seperti cassing, handfree dan asesoris handphone banyak dipesan oleh pabrikan resmi untuk di buat di Cina.

Ditengah kehadiran handphone merek Cina ini terselip dua merek Indonesia yakni Nexian dan Hitech. Pertama kita bahas dulu tentang Nexian. Mendengar nama saja masyarakat pasti menduga Nexian ini bukan buatan Indonesia. Nexian asli merek dan buatan Indonesia. Perusahaan ini memiliki pabrik di Karawang Jawa Barat. Produk handphone mereka fokus di CDMA saja. Walaupun ada beberapa seri GSM tapi bisa dihitung dengan jari. Produk mereka yang sangat laris seri NX200D yang bekerja pada dua sistem sekaligus GSM/CDMA. Dalam Indonesia Celular Show 2007 di JCC, seri ini mendapat simpati luar biasa dari pengunjung pameran. Namun menurut amatan saya Nexian seperti masih setengah hati muncul dipasaran handphone tanah air. Mereka masih belum begitu gencar untuk berpromosi. Padahal mereka punya kekuatan untuk unggul sebagai merek lokal karena handphone yang mereka buat fokus pada CDMA saja dan menyasar pengguna kelas menengah ke bawah. Untuk lebih lengkapnya anda bisa melihatnya di situs mereka http://www.nexian.co.id.

Lalu bagaimana dengan Hitech. Ini merek lokal sebagai pendatang baru. Masyarakat yang tidak tahu pasti menduga merek Cina. Tapi bukan. Meski demikian, Hitech masih ada bau Cinanya juga. Kenapa demikian? karena handphone yang telah dipasarkan semuanya mereka order pada pabrik di Cina. Ini sangat memungkinkan seperti cerita saya di atas bahwa di Cina banyak pabrik dalam sekala kecil dan besar dan mereka mau menerima pembuatan handphone, apapun merek yang kita inginkan. Cari inilah yang ditempuh oleh Hitech. Menariknya masyarakat begitu antusias dengan Hitech. Ini karena Hitech pandai melihat peluang pasar lokal Indonesia. Terutama perilaku pengguna handphone kita yang maunya harga murah tapi fitur yang ada dalam handphone harus canggih. Peluang pasar ini dipenuhi Hitech dengan diluncurkannya seri H38, H39 dan H382. Ketiganya merupakan seri TV Phone. Pengguna dapat menonton siaran TV melalui handphone tanpa menghabiskan pulsa karena menggunakan sistem analog. Respon masyarakat sangat luar biasa. Hal ini saya ketahui setelah melihat situs Hitech di http://www.hitech-mobile.com.

Paparan saya diatas merupakan gambaran umum tentang penetrasi teknologi Cina dalam melahirkan handphone. Seorang teman dari Amerika Serikat yang saat ini sedang melakukan penelitian di Aceh untuk kepentingan PhD-nya mengatakan, produk Cina (bukan handphone) bisa dengan mudah didapat di supermaket-supermaket Amerika dan harganya memang murah.

Tapi bagi saya ada kekhawatiran terhadap handphone merek Cina ini. Akankah bernasib sama dengan industri sepeda motor yang pada awal tahun 2000 begitu gencar masuk pasar Indonesia dengan berbagai merek dan model pula. Perang iklan di televisi dengan sepeda motor buatan Jepang saling ngebut. Tapi kini apa yang terjadi? Satu persatu sepeda motor buatan Cina telah rontok ditengah jalan. Hanya satu dua yang masih terdengar. Itupun masih megap megap. Ini tak lain karena hanya konsumen sendiri yang bisa menilai dan menentukan kualitas produk buatan Cina.

Jadi tentang handphone buatan Cina kita tunggu saja perkembangannya. Mudah-mudahan tidak bernasib sama seperti sepeda motor. Haiyaaa…..

Kategori:Seluler Tag:, , ,
  1. April 4, 2008 pukul 4:43 am

    Menarik my friend.
    Memang HP cina juga memiliki keunggulan yang menarik. Fitur yang canggih dengan harga yang “terjangkau”.
    Namun memang membeli sesuatu termasuk elektronik tidak bisa beli lalu pulang. Kita juga perlu tahu after slaes servicenya.
    Sama seperti ketakutan Anda tentang mocin dahulu.HP cina juga sebaiknya membangun jaringan after sales servicenya di indonesia lengkap dengan spareparts dan teknisi yang berpengalaman jika mereka memang ingin tetap eksis di indonesia.

    Jika sudah demikian, saya yakin kok kalo penjualan merk cina ini lebih meningkat dan lebih banyak orang indonesia dapat menikmati teknologi tinggi dengan harga murah

  2. adinda
    Juni 13, 2008 pukul 7:13 pm

    sby maaf masalah kenaikan bbm inget nga waktu dul u wktu tahun 2004 pak sby janji akan berusaha supaya indonesia tetap maju ta kok bbm sapai naik 3 kali

  3. Oktober 12, 2008 pukul 4:18 pm

    cina memang ngeri…:mrgreen:
    betewe, huawei terabas abis ya??

  4. bayorahap
    Oktober 19, 2008 pukul 3:29 pm

    Harga (setidaknya)memang (lebih) menentukan kwalitas

  5. Bank Nduz
    Desember 24, 2008 pukul 10:52 pm

    Syukur dech kalau ternyata ada juga handphone buatan anak bangsa. Ga selamanya d

  6. che guevara
    Desember 30, 2008 pukul 9:35 pm

    china memang hebat.. yg dahulu komunis sekarang menjadi komunis tapi kapitalis, zaman gini masih mikirin after sales.. zaman yg tiap waktunya cepat berubah apa lagi di bidang teknologi masa masih mikirin after sales.. klo sekarang rusak, ketinggalan zaman buang. termasuk orang-orangnya.. ketinggalan zaman, pemikiran yg ketinggalan matee aja loe.. terutama orang pemerintahan, masih mikir korupsi buang.

  7. iman hsb
    Oktober 8, 2009 pukul 7:25 pm

    ayo bangkit indonesiaku..!
    mari kita gunakan prodak-prodak indonesia, agar indonesia sejahtera dan makmur. semua yang kita butuhkan ada diproduksi indonesia, jangan malu pakai produk indonesia, berbanggalah kita menjadi warga indonesia yang pakai produk indonesia, mari kita satukan visi dan misi kita dengan membangun wadah persatuan aku cinta indonesia “IKATAN PECINTA PRODUK INDONESIA” IPPI. salam sejahtera untuk kita semua.

  8. Anak Betawi Net
    Oktober 19, 2009 pukul 9:18 am

    Merk Hp China, yg paling bagus,, merek apa yah… ? (mo beli)

    #Merk KTouch, HT Mobile atau IMO

  9. April 29, 2010 pukul 1:28 am

    Hape china yang mirip iPhone apa merk nya ya .

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: