Lagi, Tentang Konglomerasi Media
Jam sudah menunjukkan lewat tengah malam. Tetikus alias mouse masih berada dibawah telapak tangan kanan saya, membuka lembaran demi lembaran halaman web.
Akhirnya pandangan mata saya berhenti ketika membaca judul “Konglomerasi Media di Ring Politik”. Artikel ini tidak langsung saya baca, tapi kursor tetikusnya masih saya arahkan kebawah.
Lalu saya temukan kalimat yang berbunyi begini : “Herry Gunawan jadi wartawan pada 1993 hingga awal 2008. Sempat jadi konsultan untuk kajian risiko berbisnis di Indonesia, kini kegiatannya riset, sekolah, serta menulis”. Dalam hati saya ngomong. Oh, pantas saja tulisannya bagus karena yang nulisnya mantan wartawan. Ya, analisnya mantap banget.
So… apa yang mas Herry Gunawan tulis? Kesimpulan yang bisa saya pahami bahwa pemilik group media besar tidak bisa dilepaskan dari kekuatan partai politik Indonesia. Dalam tulisan tersebut bisa kita ketahui tentang kolaborasi media Surya Paloh (Media Indonesia dan Metro TV) dengan kelompok Hary Tanoe (RCTI, Global TV, Sindo TV, MNC TV, Koran Sindo, Trust, MNC Radio, serta sejumlah jaringan media lokal) tentu akan berada di belakang Partai Nasdem.
Ada pula Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar. Pemilik kelompok usaha Bakrie and Brothers ini memiliki TV One, ANTV, Vivanews.com. Begitu juga Chairul Tanjung (pemilik Trans TV dan Trans 7) yang membeli portal berita detik.com. Belum lagi Group Kompas Gramedia, Jawa Pos, Tempo.
Nah, bagi pembaca budiman yang ingin menyimak tulisan tersebut dengan lengkap, silahkan klik disini. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Paling tidak jadi tahu agenda media dalam “membentuk” opini publik. Selamat membaca.


orang yg mampu menguasi media/informasi maka mampu memanipulasi lingkup kehidupan..
spt di US yg media2 besarnya dikuasai yahudi..
@gogo : Betul…. saat ini barat menguasai informasi. Kita hanya follower. Sehingga mudah agenda setting yang mereka buat.
isi berita apa kata bos besar
@cafebiker : hehehe.. tau aja
Emmm…begitu ya urusannya klo kekuasaan, politik dan ujung2nya tetap aja duta alias duit…bahasanya diperhalus aja….
@Rastion : oke dehhh…… makasih udah berkunjung.