Liburan di Bandung
Keep bandung beautiful euy….
Horeee…. liburan lagi di Bandung. Semenjak menetap di Jakarta tahun 2006 sampai sekarang, boleh dikata kota Bandung jarang kusinggahi. Tapi kali ini sambil menunggu jadwal sidang tesis ada baiknya buang penat dulu ke kota yang pernah kutinggali di tahun 1993-2003. Kebetulan ortu lagi liburan di Bandung ngehadiri sunatan cucunya.
Bandung emang beda, macet, ditambah ketidakteraturan pedagang kali lima. Apalagi jumlah kampus semakin berkembang. Tapi yang belum berubah, kalau naik angkot tetap ada pemandangan cewek cantik, hahaha….. Hidup Bandung!
Hmmm…. sambil nulis ni blog, pikiranku bernostaligia sewaktu jadi mahasiswa di FIKOM Unisba. Ingat temen-temen sekampus.
Huhh…. Bandung. Begitu indah untuk dilupakan.
Selamat liburan….
Salam
Tinggal Selangkah Lagi
Plong…..
Lega banget tesis udah selesai, sekarang tinggal nunggu jadwal sidang. Insya Allah gak di bantai waktu sidang nanti. Aduh bikin deg deg-an aja. Nervous banget!
Boleh dibilang menyelesaikan kuliah S2 di UI adalah buah perjuangan panjang yang melelahkan. 3 tahun boo….. Temen-temen seangkatanku udah pada selesai. Emang sih, aku tersendat di tesis. Banyak males dan gak fokus. Mangkanya begitu tesis selesai dan disetujui dosen pembimbing senangnya minta luar biasa.
Insya Allah aku bisa lulus dengan sempurna dan waktu di sidang gak ada hambatan. Sekarang ni kangen anakku, anak semata wayang. Dia udah gede, kalau di telp bikin hati teriris. Ingat almarhumah istri. Dia gak bisa melihat aku selesaikan kuliah S2 ini. Hmmm….
Ya Allah, permudah sidang tesisku agar bisa segera pulang kampung ketemu anak.
Doain yah…..
Surat Surat Buat Rosma (Bagian II)
Rindu
Kenapa masih membisu
Engkau membuatku kedinginan
Tanpa selimut hatimu
Kemanakah aku mendekap
Karena hati tak mendusta
Menunggu kasih tersayang
Engkau membuatku menggigil
Sampai tak tahu harus bagaimana
Mengecewakan!
Untuk pertama kalinya saya diwawancarai oleh Tabloid Modus terbitan Aceh. Mereka meminta pendapat saya seputar kinerja bupati/walikota di Aceh yang mencalonkan diri dari jalur independen pada pilkada 2007.
Dalam permintaan wawancara tak terduga ini, saya jawab secara lugas dan sifatnya umun. Tapi saya tidak tahu reaksi orang yang saya kritik dalam wawancara tersebut.
Anda ingin tahu? silahkan buka halaman link di bawah ini :
http://www.modusaceh-news.com/html/read/1/1617/VII/utama/mengecewakan!.html
Selamat membaca, semoga anda sependapat dengan saya.
Salam
Buat Apa Facebook Diharamkan
Ketika muncul informasi mengenai status jejaring sosial Facebook yang sedang naik daun diharamkan, beragam reaksi keras dari pengguna internet yang mencela. Mereka mengganggap sikap para ulama pembuat fatwa terlalu berlebih-lebihan karena tidak menyentuh esensi persoalan umat yang paling krusial. Perkembangan teknologi komunikasi harus disikapi dengan cara berpikir untuk kemajuan umat bukan malah melihat sisi negatifnya saja. Bapak Blogger Indonesia dan pengamat internet Enda Nasution[1] menganggap fatwa ulama tersebut seperti kurang kerjaan dan terkesan seperti fatwa lucu-lucuan.
Kehebohan tentang fatwa ini mengemuka setelah muncul berita dari Jawa Timur, dimana para ulama Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) menyatakan fatwa haram bagi Facebook. Pernyataan ini dikeluarkan saat pembahasan di forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtdien Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Dalam forum itu para ulama menganggap pertemanan spesial berlebihan yang dilakukan di Facebook haram, karena pada Facebook pertemanan yang secara spesial tanpa tujuan keseriusan. Jika pertemanan spesial untuk mengenal dan diteruskan dalam hubungan pernikahan diperbolehkan, namun pada Facebook tidak seperti proses khitbah (pinangan atau lamaran). Jadi pengharaman ini hanya berlaku untuk pertemanan spesial yang berlebihan saja, namun tetap halal jika sesuai manfaat dan penggunaannya. Baca selebihnya »
Leave a Comments
Leave a Comments
Leave a Comments






